Maret 21, 2011

Khadafi "SiRaja Minyak" Yang Menjadi Sasaran

"Amerika Serikat sudah siap untuk invasi Libya. Dan sebagian besar negara Eropa telah mengutuk Libya. Apa yang mereka inginkan? Minyak Libya?" (Hugo Chavez, Selasa 1/2/2011). Itulah komentar yang terucap dari Presiden Venezuela.
AkhirnyaLibya menghadapi kekacauan politik dalam negeri, Dimana pada 14 february 2011 sebagian rakyat Libya meminta Presiden Khadafi mengundurkan diri dari kursi kepresidenan karena dinilai Diktator dan sudah tidak lagi mewakili aspirasi rakyatnya. Setelah 41 tahun memimpin Libya akhirnya Moamar Khadafi menghadapi persoalan yang juga menimpa Pemimpin-pemimpin negara lainnya, sebelum Libya bergejolak sebelumnya beberapa negara di Timur tengah menghadapi persoalan yang sama bahkan sampai berhasil melengserkan Presiden berkuasa. Diantara negara yang terjadi gelombang unjuk rasa yaitu Yaman, Bahrain, Iran, Tunisia dan Mesir.
Mengapa Gelombang unjuk rasa dengan latar belakang yang hampir sama kerap terjadi..? masih lengkap dalam ingatan kita pada tahun 1998 Presiden Indonesia juga "dilengserkan" dengan cara yang hampir sama, juga terjadi pada pemimpin Philippine dan Kamboja. Mengapa terjadi dengan skenario yang hampir sama, siapa dalang dibalik semua ini..? Pertanyaan-pertanyaan seperti inilah yang harus kita jawab.
Apabila kita melihat Libya, Khadafi adalah satu-satunya pemimpin negara di Afrika Utara yang 82% Penduduknya dapat membaca dan menulis, 1.7 juta diantaranya adalah pelajar, lebih dari 270.000 di antaranya telah mencapai pendidikan tinggi. Pendidikan di Libya gratis untuk semua warga negara, dan wajib sampai tingkat menengah, tetapi mengapa rakyat masih tidak puas? apakah benar ketidak puasaan ini murni dari rakyat atau ada pesan sponsor dari negara-negara konsumen minyak? seperti yang disebutkan oleh Hugo Chavez diatas.
Apabila dilihat dari masa jabatannya memang kepemimpinan Khadafi sudah berlangsung terlalu lama, sehingga rentan timbul sikap kesewenang-wenangan, otoriter, apalagi background sejarah menunjukan kepada kita bagaimana proses Khadafi mencapai puncak kekuasaan dan juga beliau adalah seorang militer aktif.
Krisis Libya memang harus dibantu diselesaikan oleh suatu badan yang Netral yang hanya berkepentingan untuk kemanusiaan qc PBB, tetapi PBB nyatanya kembali untuk kesekian kali nya tidak dapat menyelesaikan permasalahan yang timbul di negara yang ber konflik, sehingga akhirnya kekuatan Militer NATO yang di sponsori Amerika menggunakan kekuatan Militer untuk menghantam tebalnya tembok kekuasaan Khadafi.
Apakah cara ini efektif? tentu ada dua untung dan ruginya, salah satu kerugiannya rakyat Libya lah yang menjadi sengsara akibat perang, negara-negara konsumen minyak menjadi was-was akibat pasokan minyak mentah Libya turun drastis dari kapasitas normal 1.5juta barel perhari, menjadi hanya 400ribu barel perhari, yang otomatis harga minyak mentah pun turut naik.
Oleh karena itu kiranya para Aggressor harus mempertimbangkan langkah yang diambil, sebaiknya menggunakan pendekatan Politik persuasif, tidak dengan kekuatan Militer yang hanya menyengsarakan rakyat... (Cahaya Dunia)

Januari 12, 2010

Koruptor kok di fasilitasi..??

Fasilitas mewah yang didapatkan Artalyta Suryani alias Ayin dan sejumlah napi lainnya di Rumah Tahanan Pondok Bambu, Jakarta Timur, merupakan ketidakadilan yang menohok. Supaya tidak bisa bergerak bebas, mereka diusulkan untuk dipindah ke Lembaga Pemasyarakatan (LP).

"Saya kira harus segera dipindahkan ke LP Sukamiskin (Bandung) atau LP Wanita Tangerang," kata mantan narapidana Anton Medan, pada detikcom, Senin (11/1/2010).

Anton menilai, penempatan Ayin di Rutan Pondok Bambu, sebenarnya telah menyalahi petunjuk dan pelaksanaan (juklak) perundang-undangan. Sebagai seorang yang telah dijatuhi hukuman, Ayin seharusnya dimasukkan ke LP.

"Di LP kan ada pembinaan narapidana, sedangkan kalau di Rutan sifatnya hanya administratif saja," imbuh Anton yang pernah mendekam di LP Cipinang, Jaktim, selama 14 tahun tersebut.

Dikatakan pendiri Pondok Pesantren Terpadu At-Taibin di Pondok Rajeg, Cibinong, Jawa Barat (Jabar), itu, di LP dengan sendirinya akan berlaku kontrol sosial terhadap Ayin. Dia tidak akan lagi secara bebas memesan sel khusus yang penuh fasilitas mewah.

"Kalau di LP kan narapidana dengan kasus gede-gede, isinya jagoan-jagoan. Dia tidak akan bisa bergerak bebas dan sewenang-wenang, bisa dilibas yang lain," terang Anton.

Menurut pria yang dilahirkan di Medan dengan nama Tan Hok Liang tersebut, dirinya sempat mengusulkan agar Ayin dipindahkan ke Lampung, sebab di daerah tersebut juga ada LP khusus wanita. "Saya pernah bicara, Ayin dipindahkan saja ke Lampung," ungkapnya.

Pemerintah sendiri menolak memindahkan Ayin ke Lampung dengan alasan LP sedang 'direnovasi'. (C.D, Sumber-Y.news)

November 22, 2009

Loyalitas oh loyalitas....

Sangat sering kita mendengar kata Loyalitas, baik loyal terhadap bangsa, negara, perusahaan, maupun terhadap jabatan, bagaimana dan apakah loyalitas itu..? disini saya hanya membatasi pembahasan hanya mengenai loyalitas untuk lingkup pekerjaan saja dan tidak terlalu dalam apa yang saya coba sajikan disini, tetapi mudah-mudahan sedikit membantu dan mengingatkan kita akan hal tersebut.
Loyalitas adalah jalan ter-sempurna pada sebuah tujuan mulia, dan tanpa loyalitas kita akan sulit menjadi pribadi yang tulus, yang ikhlas menjalankan pekerjaan kita.
Loyalitas merupakan tindakan baik untuk membentuk karakter hebat di dalam diri kita, bersama loyalitas kita akan menyelesaikan semua tugas dan tanggung jawab dengan sempurna.

Loyalitas bila dilihat dari sisi pengusaha
Loyalitas adalah suatu istilah yang sangat disukai oleh para pengusaha bila memandang karyawannya. Pengusaha mengartikan loyalitas adalah suatu kesetiaan karyawan kepada dia, kepada atasan, atau perusahaan.

Loyalitas bila dilihat dari sisi karyawan
Loyalitas apabila dilihat dari sisi karyawan adalah "kesetiaan" , baik kesetiaan terhadap perusahaan kesetiaan terhadap tanggung jawab yang dibebankan diatas pundaknya oleh perusahaanbn tempat ia bekerja. Loyalitas karyawan dapat tercipta apabila seorang karyawan mempunyai "rasa memiliki" (sense of belonging) terhadap perusahaan tempat ia bekerja, serta mempunyai Profesionalisme.
Apa yang dimaksud dengan Profesioanlisme..? Profesionalisme sendiri mempunyai arti bahwa setiap karyawan harus bekerja gigih dengan suatu penguasaan keahlian. Dengan demikian, karyawan tersebut akan mempunyai kepastian sendiri atas masadepan kariernya karena dia berkompeten. Sehingga apabila ditarik kesimpulan maka Profesional adalah orang yang berkompeten pada bidang yang sesuai dengan minat dan skill nya.

Bagaimana menumbuhkan loyalitas karyawan..?
Menurut saya, loyalitas bukan hanya "sifat bawaan" karyawan semata, tetapi harus juga ditunjang dengan rangsangan (stimulus) dari pihak perusahaan, apa sajakah stimulus yang harus dilakukan oleh perusahaan atau pimpinan perusahaan tersebut? saya akan coba sebutkan beberapa hal berikut:
1. Seberapa besarkah kepedulian kita terhadap karyawan
2. Sudahkah ada keteladanan pada diri kita selaku pengusaha
3. Seberapa sering / pernahkah kita bersilaturahmi dan membangun suatu hubungan emosional yang cukup intense dengan karyawan
4. Berbagi Ilmu
5. Sentuhan spiritual untuk lebih meningkatkan hubungan emosional
6. Kenali arah motivasi karyawan kita
7. Punish and reward

Apabila hal-hal diatas sudah anda jalankan, maka loyalitas karyawan yang anda harapkan akan tumbuh dengan sendirinya, Percayalah...!, karena sebagai pemimpin perusahaan kita tentu tidak mengharapkan loyalitas yang hanya sebatas "lipstik" saja, artinya loyalitas yang ada apabila diperlukan untuk tujuan "menjilat atasan" dan dan akan luntur dengan segera. Loyalitas terbaik adalah yang dimiliki oleh pribadi-pribadi tulus, ikhlas, jujur atas pengabdiannya.

Secara mengejutkan kita disodorkan oleh sebuah hasil pooling yang dilakukan oleh Opinion Research Corp. yang selama 15 tahun telah meneliti karyawan-karyawan dari banyak perusahaan di Amerika, bila hasil yang diperoleh antara tahun 1970-1974 menunjukan sebanyak 69% dari ribuan manager masih "percaya" akan kompetensi pimpinannya untuk mengelola perusahaan secara baik (sehingga pekerjaan pun relatif terjamin), maka angka ini turun secara drastis antara tahun 1980-1985 menjadi hanya47% saja, sedangkan bagaimana hasil pooling di tahun 200-an ini?? mungkinkah makin turun lagi tingkat kepercayaan pana manager ini..?
Mungkinkah bisa me-representasikan keadaan di Indonesia..? mungkin belum tentu, tetapi mungkin juga iya karena seperti kita ketahui semua, bahwa sistem pengelolaan pasar dan perusahaan di Indonesia banyak mengacu kepada ahli-ahli negara itu.
Akhirnya kita sebagai karyawan mari hendaknya tidak hanya menunggu sampai para pemimpin perusahaan menjalankan stimulus-stimulus diatas, tapi kita dengan itikad baik, jujur, ikhlas mengembangkan sikap loyalitas dan profesionalitas kerja. (23/11/09_af)

November 21, 2009

"Mencuci di air kotor"

Maraknya pemberitaan kasus korupsi di lingkungan departemen2 pemerintah membuat miris hati dan prihatin, Pejabat pemerintahan yang diberi kepercayaan oleh masyarakat ternyata hanya menganggap kepercayaan itu tak lebih dari omongan yang hari ini di ucapkan dan sejam kemudian dilupakan. Mereka tidak mempedulikan penilaian2 masyarakat, mereka tidak lagi bisa memilih dan memilah kepentingan. Kepentingan pribadi sepertinya segala-galanya, bahkan diatas kepentingan rakyat, kita jadi ingin bertanya apakah mereka tidak akan merasakan Ajal? apakah Malaikat pencabut nyawa tidak akan menghampirinya..? tidak takut kah mereka akan pertanggungjwaban hari akhir? Apapun agama nya saya yakin bahwa setiap agama mengajarkan kebaikan. Terlepas dari itu kita ingin mencermati carut marut lembaga2 penegakan hukum Indonesia ini. Saling tuduh, saling cekal, saling lempar argumentasi, pengerahan masa pendukung, membuat kita semua bingung lembaga mana yang benar, lembaga mana yang bersih dari korupsi, baru2 ini presiden memandatkan team verifikasi fakta yang di namai TIM-8 (Team 8) Dengan Ketua: Adnan Buyung Nasution, Wakil Ketua Koesparmono Irsan, Sekretaris Denny Indrayana dengan anggota Anies Baswedan, Todung Mulya Lubis, Amir Syamsuddin, Hikmahanto Juwana, dan Komaruddin Hidayat, sampai saat ini mereka telah merampungkan pekerjaannya dan telah melaporkan kepada Presiden hasil verifikasi mereka, tetapi sampai saat ini (21/11/09_Pen)Presiden belum mengambil tindakan apapun guna menyelesaikan permasalahan Korupsi di Lembaga2 pemerintahannya.
Kira2 apa yang akan dilakukan oleh Presiden? me-non aktifkan Kapolri, Jaksa, Atau malah mengeluarkan SP3 atas kasus tersebut? akan sangat disayangkan apabila kasus ini di hentikan begitu saja dan apabila memang SP3 yang dilakukan, maka ini merupakan preseden buruk atas Pemerintahan SBY_Jilid 2 ini.
Sebuah karikatur yang dimuat di harian Kompas tgl 21 Nov 2009 tertulis "Supaya clean ganti air yang bersih Pak" ya memang mengelitik perasaan apabila seluruh jajaran lembaga hukum & peradilan sudah dinilai bobrok dan tak dapat menjalankan fungsinya sebagai lembaga "suci", tetapi memang itulah kenyataan yang ada.
Semoga Sosok Presiden yang di daulat rakyat untuk memimpin negeri ini beserta seluruh Departemen yang ada di bawah nya bisa memenuhi rasa keadilan rakyat.
Tetapi sekali lagi Presiden menunjukan keragu-raguannya dengan melempar opnini "jangan paksa presiden untuk bersegera memutuskan hal tersebut" membuat rakyat yang mendaulatnya sebagai pemimpin kecewa, namun presiden berjanji untuk memberikan statement pada senin 23 Nov 2009, jadi mari kita tunggu saja dimulainya ronde baru antara "Cicak Vs Buaya" ini.

Juni 28, 2009

Shalahuddin Al Ayyubi dan Sejarah 'Perang Salib'

Shalahuddin Al Ayyubi, Pahlawan Islam dari Seratus Medan Pertempuran (1137 – 1193 M), namanya telah terpateri di hati sanubari pejuang Muslim yang memiliki jiwa patriotik dan heroik, telah terlanjur terpahat dalam sejarah perjuangan umat Islam karena telah mampu menyapu bersih, menghancurleburkan tentara salib yang merupakan gabungan pilihan dari seluruh benua Eropa.

Konon guna membangkitkan kembali ruh jihad atau semangat di kalangan Islam yang saat itu telah tidur nyenyak dan telah lupa akan tongkat estafet yang telah diwariskan oleh Nabi Muhammad saw., maka Salahuddinlah yang mencetuskan ide dirayakannya kelahiran Nabi Muhammad saw. Melalui media peringatan itu dibeberkanlah sikap ksatria dan kepahlawanan pantang menyerah yang ditunjukkan melalui “Siratun Nabawiyah”. Hingga kini peringatan itu menjadi tradisi dan membudaya di kalangan umat Islam.

Jarang sekali dunia menyaksikan sikap patriotik dan heroik bergabung menyatu dengan sifat perikemanusian seperti yang terdapat dalam diri pejuang besar itu. Rasa tanggung jawab terhadap agama (Islam) telah ia baktikan dan buktikan dalam menghadapi serbuan tentara ke tanah suci Palestina selama dua puluh tahun, dan akhirnya dengan kegigihan, keampuhan dan kemampuannya dapat memukul mundur tentara Eropa di bawah pimpinan Richard Lionheart dari Inggris.

Hendaklah diingat, bahwa Perang Salib adalah peperangan yang paling panjang dan dahsyat penuh kekejaman dan kebuasan dalam sejarah umat manusia, memakan korban ratusan ribu jiwa, di mana topan kefanatikan membabi buta dari Kristen Eropa menyerbu secara menggebu-gebu ke daerah Asia Barat yang Islam.

Seorang penulis Barat berkata, “Perang Salib merupakan salah satu bagian sejarah yang paling gila dalam riwayat kemanusiaan. Umat Nasrani menyerbu kaum Muslimin dalam ekspedisi bergelombang selama hampir tiga ratus tahun sehingga akhirnya berkat kegigihan umat Islam mereka mengalami kegagalan, berakibat kelelahan dan keputusasaan. Seluruh Eropa sering kehabisan manusia, daya dan dana serta mengalami kebangkrutan sosial, bila bukan kehancuran total. Berjuta-juta manusia yang tewas dalam medan perang, sedangkan bahaya kelaparan, penyakit dan segala bentuk malapetaka yang dapat dibayangkan berkecamuk sebagai noda yang melekat pada muka tentara Salib. Dunia Nasrani Barat saat itu memang dirangsang ke arah rasa fanatik agama yang membabi buta oleh Peter The Hermit dan para pengikutnya guna membebaskan tanah suci Palestina dari tangan kaum Muslimin”.

“Setiap cara dan jalan ditempuh”, kata Hallam guna membangkitkan kefanatikan itu. Selagi seorang tentara Salib masih menyandang lambang Salib, mereka berada di bawah lindungan gereja serta dibebaskan dari segala macam pajak dan juga untuk berbuat dosa

Peter The Hermit sendiri memimpin gelombang serbuan yang kedua terdiri dari empat puluh ribu orang. Setelah mereka sampai ke kota Malleville mereka menebus kekalahan gelombang serbuan pertama dengan menghancurkan kota itu, membunuh tujuh ribu orang penduduknya yang tak bersalah, dan melampiaskan nafsu angkaranya dengan segala macam kekejaman yang tak terkendali. Gerombolan manusia fanatik yang menamakan dirinya tentara Salib itu mengubah tanah Hongaria dan Bulgaria menjadi daerah-daerah yang tandus.

“Bilamana mereka telah sampai ke Asia Kecil, mereka melakukan kejahatan-kejahatan dan kebuasan-kebuasan yang membuat alam semesta menggeletar” demikian tulis pengarang Perancis Michaud.

Gelombang serbuan tentara Salib ketiga yang dipimpin oeh seorang Rahib Jerman, menurut pengarang Gibbon terdiri dari sampah masyarakat Eropa yang paling rendah dan paling dungu. Bercampur dengan kefanatikan dan kedunguan mereka itu izin diberikan guna melakukan perampokan, perzinaan dan bermabuk-mabukan. Mereka melupakan Konstantin dan Darussalam dalam kemeriahan pesta cara gila-gilaan dan perampokan, pengrusakan dan pembunuhan yang merupakan peninggalan jelek dari mereka atas setiap daerah yang mereka lalui” kata Marbaid.

Gelombang serbuan tentara Salib keempat yang diambil dari Eropa Barat, menurut keterangan penulis Mill “terdiri dari gerombolan yang nekat dan ganas. Massa yang membabi buta itu menyerbu dengan segala keganasannya menjalankan pekerjaan rutinnya merampok dan membunuh. Tetapi akhirnya mereka dapat dihancurkan oleh tentara Hongaria yang naik pitam dan telah mengenal kegila-gilaan tentara Salib sebelumnya.

Tentara Salib telah mendapat sukses sementara dengan menguasai sebagian besar daerah Syria dan Palestina termasuk kota suci Yerusalem. Tetapi Kemenangan-kemenangan mereka ini telah disusul dengan keganasan dan pembunuhan terhadap kaum Muslimin yang tak bersalah yang melebihi kekejaman Jengis Khan dan Hulagu Khan.

John Stuart Mill ahli sejarah Inggris kenamaan, mengakui pembunuhan-pembunuhan massal penduduk Muslim ini pada waktu jatuhnya kota Antioch. Mill menulis: “Keluruhan usia lanjut, ketidakberdayaan anak-anak dan kelemahan kaum wanita tidak dihiraukan sama sekali oleh tentara Latin yang fanatik itu. Rumah kediaman tidak diakui sebagai tempat berlindung dan pandangan sebuah masjid merupakan pembangkit nafsu angkara untuk melakukan kekejaman. Tentara Salib menghancurleburkan kota-kota Syria, membunuh penduduknya dengan tangan dingin, dan membakar habis perbendaharaan kesenian dan ilmu pengetahuan yang sangat berharga, termasuk “Kutub Khanah” (Perpustakaan) Tripolis yang termasyhur itu. “Jalan raya penuh aliran darah, sehingga keganasan itu kehabisan tenaga,” kata Stuart Mill. Mereka yang cantik rupawan disisihkan untuk pasaran budak belian di Antioch. Tetapi yang tua dan yang lemah dikorbankan di atas panggung pembunuhan.

Lewat pertengahan abad ke-12 Masehi ketika tentara Salib mencapai puncak kemenangannya dan Kaisar Jerman, Perancis serta Richard Lionheart Raja Inggris telah turun ke medan pertempuran untuk turut merebut tanah suci Baitul Maqdis, gabungan tentara Salib ini disambut oleh Sultan Shalahuddin al Ayyubi (biasa disebut Saladin), seorang Panglima Besar

Muslim yang menghalau kembali gelombang serbuan umat Nasrani yang datang untuk maksud menguasai tanah suci. Dia tidak saja sanggup untuk menghalau serbuan tentara Salib itu, akan tetapi yang dihadapi mereka sekarang ialah seorang yang berkemauan baja serta keberanian yang luar biasa yang sanggup menerima tantangan dari Nasrani Eropa.

Siapakah Shalahuddin? Bagaimana latar belakang kehidupannya?

Shalahuddin dilahirkan pada tahun 1137 Masehi. Pendidikan pertama diterimanya dari ayahnya sendiri yang namanya cukup tersohor, yakni Najamuddin al-Ayyubi. Di samping itu pamannya yang terkenal gagah berani juga memberi andil yang tidak kecil dalam membentuk kepribadian Shalahuddin, yakni Asaduddin Sherkoh. Kedua-duanya adalah pembantu dekat Raja Syria Nuruddin Mahmud.

Asaduddin Sherkoh, seorang jenderal yang gagah berani, adalah komandan Angkatan Perang Syria yang telah memukul mundur tentara Salib baik di Syria maupun di Mesir. Sherkoh memasuki Mesir dalam bulan Februari 1167 Masehi untuk menghadapi perlawanan Shawer seorang menteri khalifah Fathimiyah yang menggabungkan diri dengan tentara Perancis. Serbuan Sherkoh yang gagah berani itu serta kemenangan akhir yang direbutnya dari Babain atas gabungan tentara Perancis dan Mesir itu menurut Michaud “memperlihatkan kehebatan strategi tentara yang bernilai ringgi.”

Ibnu Aziz AI Athir menulis tentang serbuan panglima Sherkoh ini sebagai berikut: “Belum pernah sejarah mencatat suatu peristiwa yang lebih dahsyat dari penghancuran tentara gabungan Mesir dan Perancis dari pantai Mesir, oleh hanya seribu pasukan berkuda”.

Pada tanggal 8 Januari 1169 M Sherkoh sampai di Kairo dan diangkat oleh Khalifah Fathimiyah sebagai Menteri dan Panglima Angkatan Perang Mesir. Tetapi sayang, Sherkoh tidak ditakdirkan untuk lama menikmati hasil perjuangannya. Dua bulan setelah pengangkatannya itu, dia berpulang ke rahmatullah.

Sepeninggal Sherkoh, keponakannya Shalahuddin al-Ayyubi diangkat jadi Perdana Menteri Mesir. Tak seberapa lama ia telah disenangi oleh rakyat Mesir karena sifat-sifatnya yang pemurah dan adil bijaksana itu. Pada saat khalifah berpulang ke rahmatullah, Shalahuddin telah menjadi penguasa yang sesungguhnya di Mesir.

Di Syria, Nuruddin Mahmud yang termasyhur itu meninggal dunia pada tahun 1174 Masehi dan digantikan oleh putranya yang berumur 11 tahun bernama Malikus Saleh. Sultan muda ini diperalat oleh pejabat tinggi yang mengelilinginya terutama (khususnya) Gumushtagin. Shalahuddin mengirimkan utusan kepada Malikus Saleh dengan menawarkan jasa baktinya dan ketaatannya. Shalahuddin bahkan melanjutkan untuk menyebutkan nama raja itu dalam khotbah-khotbah Jumatnya dan mata uangnya. Tetapi segala macam bentuk perhatian ini tidak mendapat tanggapan dari raja muda itu berserta segenap pejabat di sekelilingnya yang penuh ambisi itu. Suasana yang meliputi kerajaan ini sekali lagi memberi angin kepada tentara Salib, yang selama ini dapat ditahan oleh Nuruddin Mahmud dan panglimanya yang gagah berani, Jenderal Sherkoh.

Atas nasihat Gumushtagin, Malikus Saleh mengundurkan diri ke kota Aleppo, dengan meninggalkan Damaskus diserbu oleh tentara Perancis. Tentara Salib dengan segera menduduki ibukota kerajaan itu, dan hanya bersedia untuk menghancurkan kota itu setelah menerima uang tebusan yang sangat besar. Peristiwa itu menimbulkan amarah Shalahuddin al-Ayyubi yang segera ke Damaskus dengan suatu pasukan yang kecil dan merebut kembali kota itu.

Setelah ia berhasil menduduki Damaskus dia tidak terus memasuki istana rajanya Nuruddin Mahmud, melainkan bertempat di rumah orang tuanya. Umat Islam sebaliknya sangat kecewa akan tingkah laku Malikus Saleh. Dan mengajukan tuntutan kepada Shalahuddin untuk memerintah daerah mereka. Tetapi Shalahuddin hanya mau memerintah atas nama raja muda Malikus Saleh. Ketika Malikus Saleh meninggal dunia pada tahun 1182 Masehi, kekuasaan Shalahuddin telah diakui oleh semua raja-raja di Asia Barat.

Diadakanlah gencatan senjata antara Sultan Shalahuddin dan tentara Perancis di Palestina, tetapi menurut ahli sejarah Perancis Michaud: “Kaum Muslimin memegang teguh perjanjiannya, sedangkan golongan Nasrani memberi isyarat untuk memulai lagi peperangan.” Berlawanan dengan syarat-syarat gencatan senjata, penguasa Nasrani Renanud atau Reginald dari Castillon menyerang suatu kafilah Muslim yang lewat di dekat istananya, membunuh sejumlah anggotanya dan merampas harta bendanya.

Lantaran peristiwa itu Sultan sekarang bebas untuk bertindak. Dengan siasat perang yang tangkas Sultan Shalahuddin mengurung pasukan musuh yang kuat itu di dekat bukit Hittin pada tahun 1187 M serta menghancurkannya dengan kerugian yang amat besar. Sultan tidak memberikan kesempatan lagi kepada tentara Nasrani untuk menyusun kekuatan kembali dan melanjutkan serangannya setelah kemenangan di bukit Hittin. Dalam waktu yang sangat singkat dia telah dapat merebut kembali sejumlah kota yang diduduki kaum Nasrani, termasuk kota-kota Naplus, Jericho, Ramlah, Caosorea, Arsuf, Jaffa dan Beirut. Demikian juga Ascalon telah dapat diduduki Shalahuddin sehabis pertempuran yang singkat yang diselesaikan dengan syarat-syarat yang sangat ringan oleh Sultan yang berhati mulia itu.

Sekarang Shalahuddin menghadapkan perhatian sepenuhnya terhadap kota Jerusalem yang diduduki tentara Salib dengan kekuatan melebihi enam puluh ribu prajurit. Ternyata tentara salib ini tidak sanggup menahan serbuan pasukan Sultan dan menyerah pada tahun 1193. Sikap penuh perikemanusiaan Sultan Shalahuddin dalam memperlakukan tentara Nasrani itu merupakan suatu gambaran yang berbeda seperti langit dan bumi, dengan perlakuan dan pembunuhan secara besar-besaran yang dialami kaum Muslimin ketika dikalahkan oleh tentara Salib sekitar satu abad sebelumnya.

Menurut penuturan ahli sejarah Michaud, pada waktu Jerusalem direbut oleh tentara Salib pada tahun 1099 Masehi, kaum Muslimin dibunuh secara besar-besaran di jalan-jalan raya dan di rumah-rumah kediaman. Jerusalem tidak memiliki tempat berlindung bagi umat Islam yang menderita kekalahan itu. Ada yang melarikan diri dari cengkeraman musuh dengan menjatuhkan diri dari tembok-tembok yang tinggi, ada yang lari masuk istana, menara-menara, dan tak kurang pula yang masuk masjid. Tetapi mereka tidak terlepas dari kejaran tentara Salib. Tentara Salib yang menduduki masjid Umar di mana kaum Muslimin dapat bertahan untuk waktu yang singkat. Mengulangi lagi tindakan-tindakan yang penuh kekejaman. Pasukan infanteri dan kavaleri menyerbu kaum pengungsi yang lari tunggang langgang. Di tengah-tengah kekacaubalauan kaum penyerbu itu yang terdengar hanyalah erangan dan teriakan maut. Pahlawan Salib yang berjasa itu berjalan menginjak-injak tumpukan mayat Muslimin, mengejar mereka yang masih berusaha dengan sia-sia melarikan diri. Raymond d’ Angiles yang menyaksikan peristiwa itu mengatakan bahwa “di serambi masjid mengalir darah sampai setinggi lutut, dan sampai ke tali tukang kuda prajurit.”

Penyembelihan manusia biadab ini berhenti sejenak, ketika tentara Salib berkumpul untuk melakukan misa syukur atas kemenangan yang telah mereka peroleh. Tetapi setelah beribadah itu, mereka melanjutkan kebiadaban dengan keganasan. “Semua tawanan” kata Michaud, “yang tertolong nasibnya karena kelelahan tentara Salib yang semula tertolong karena mengharapkan diganti dengan uang tebusan yang besar, semua dibunuh dengan tanpa ampun. Kaum Muslimin terpaksa menjatuhkan diri mereka dari menara dan rumah kediaman; mereka dibakar hidup-hidup, mereka diseret dari tempat persembunyiannya di bawah tanah; mereka dipancing dari tempat perlindungannya agar keluar untuk dibunuh di atas timbunan mayat.”

Cucuran air mata kaum wanita, pekikan anak-anak yang tak bersalah, bahkan juga kenangan dari tempat di mana Nabi lsa memaafkan algojo-algojonya, tidak dapat meredakan nafsu angkara tentara yang menang itu. Penyembelihan kejam itu berlangsung selama seminggu. Dan sejumlah kecil yang dapat melarikan diri dari pembunuhan jatuh menjadi budak yang hina dina.

Seorang ahli sejarah Barat, Mill menambahkan pula: “Telah diputuskan, bahwa kaum Muslimin tidak boleh diberi ampun. Rakyat yang ditaklukkan oleh karena itu harus diseret ke tempat-tempat umum untuk dibunuh hidup-hidup. Ibu-ibu dengan anak yang melengket pada buah dadanya, anak-anak laki-laki dan perempuan, seluruhnya disembelih. Lapangan-Iapangan kota, jalan-jalan raya, bahkan pelosok-pelosok Jerusalem yang sepi telah dipenuhi oleh bangkai-bangkai mayat laki-laki dan perempuan, dan anggota tubuh anak-anak. Tiada hati yang menaruh belas kasih atau teringat untuk berbuat kebajikan.”

Demikianlah rangkaian riwayat pembantaian secara masal kaum Muslimin di Jerusalem sekira satu abad sebelum Sultan Shalahuddin merebut kembali kota suci, di mana lebih dari tujuh puluh ribu umat Islam yang tewas.

Sebaliknya, ketika Sultan Shalahuddin merebut kembali kota Jerusalem pada tahun 1193 M, dia memberi pengampunan umum kepada penduduk Nasrani untuk tinggal di kota itu. Hanya para prajurit Salib yang diharuskan meninggalkan kota dengan pembayaran uang tebusan yang ringan. Bahkan sering terjadi bahwa Sultan Shalahuddin yang mengeluarkan uang tebusan itu dari kantongnya sendiri dan diberikannya pula kemudian alat pengangkutan. Sejumlah kaum wanita Nasrani dengan mendukung anak-anak mereka datang menjumpai Sultan dengan penuh tangis seraya berkata: “Tuan saksikan kami berjalan kaki, para istri serta anak-anak perempuan para prajurit yang telah menjadi tawanan Tuan, kami ingin meninggalkan negeri ini untuk selama-lamanya. Para prajurit itu adalah tumpuan hidup kami. Bila kami kehilangan mereka akan hilang pulalah harapan kami. Bilamana Tuan serahkan mereka kepada kami mereka akan dapat meringankan penderitaan kami dan kami akan mempunyai sandaran hidup.”

Sultan Shalahuddin sangat tergerak hatinya dengan permohonan mereka itu dan dibebaskannya para suami kaum wanita Nasrani itu. Mereka yang berangkat meninggalkan kota, diperkenankan membawa seluruh harta bendanya. Sikap dan tindakan Sultan Shalahuddin yang penuh kemanusiaan serta dari jiwa yang mulia ini memperlihatkan suasana kontras yang sangat mencolok dengan penyembelihan kaum Muslimin di kota Jerusalem dalam tangan tentara Salib satu abad sebe1umnya. Para komandan pasukan tentara Shalahuddin saling berlomba dalam memberikan pertolongan kepada tentara Salib yang telah dikalahkan itu.

Para pelarian Nasrani dari kota Jerusalem itu tidaklah mendapat perlindungan oleh kota-kota yang dikuasai kaum Nasrani. “Banyak kaum Nasrani yang meninggalkan Jerusalem,” kata Mill, pergi menuju Antioch, tetapi panglima Nasrani Bohcmond tidak saja menolak memberikan perlindungan kepada mcreka, bahkan merampasi harta benda mereka. Maka pergilah mereka menuju ke tanah kaum Muslimin dan diterima di sana dengan baik. Michaud mcmberikan keterangan yang panjang lebar tentang sikap kaum Nasrani yang tak berperikemanusiaan ini terhadap para pelarian Nasrani dari Jerusalem. Tripoli menutup pintu kotanya dari pengungsi ini, kata Michaud. “Seorang wanita karena putus asa melemparkan anak bayinya ke dalam laut sambil menyumpahi kaum Nasrani yang menolak untuk memberikan pertolongan kepadanya,” kata Michaud. Sebaliknya Sultan Shalahuddin bersikap penuh timbang rasa terhadap kaum Nasrani yang ditaklukkan itu. Sebagai pertimbangan terhadap perasaan mereka, dia tidak memasuki Jerusalem sebelum mereka meninggalkannya.

Dari Jerusalem Sultan Shalahuddin mengarahkan pasukannya ke kota Tyre, di mana tentara Salib yang tidak tahu berterima kasih terhadap Sultan Shalahuddin yang telah mengampuninya di Jerusalem, menyusun kekuatan kembali untuk melawan Sultan. Sultan Shalahuddin menaklukkan sejumlah kota yang diduduki oleh tentara Salib di pinggir pantai, termasuk kota Laodicea, Jabala, Saihun, Becas, dan Debersak. Sultan telah melepas hulu balang Perancis bernama Guy de Lusignan dengan perjanjian, bahwa dia harus segera pulang ke Eropa. Tetapi tidak lama setelah pangeran Nasrani yang tak tahu berterima kasih ini mendapatkan kebebasannya, dia mengingkari janjinya dan mengumpulkan suatu pasukan yang cukup besar dan mengepung kota Ptolemais.

Jatuhnya Jerusalem ke tangan kaum Muslimin menimbulkan kegusaran besar di kalangan dunia Nasrani. Sehingga mereka segera mengirimkan bala bantuan dari seluruh pelosok Eropa. Kaisar Jerman dan Perancis serta raja Inggris Richard Lion Heart segera berangkat dengan pasukan yang besar untuk merebut tanah suci dari tangan kaum Muslimin. Mereka mengepung kota Akkra yang tidak dapat direbut selama berapa bulan. Dalam sejumlah pertempuran terbuka, tentara Salib mengalami kekalahan dengan meninggalkan korban yang cukup besar.

Sekarang yang harus dihadapi Sultan Shalahuddin ialah berupa pasukan gabungan dari Eropa. Bala bantuan tentara Salib mengalir ke arah kota suci tanpa putus-putusnya, dan sungguh pun kekalahan dialami mereka secara bertubi-tubi, namun demikian tentara Salib ini jumlah semakin besar juga. Kota Akkra yang dibela tentara Islam berbulan-bulan lamanya menghadapi tentara pilihan dari Eropa, akhirnya karena kehabisan bahan makanan terpaksa menyerah kepada musuh dengan syarat yang disetujui bersama secara khidmat, bahwa tidak akan dilakukan pembunuhan-pembunuhan dan bahwa mereka diharuskan membayar uang tebusan sejumlah 200.000 emas kepada pimpinan pasukan Salib. Karena kelambatan dalam suatu penyelesaian uang tebusan ini, Raja Richard Lionheart menyuruh membunuh kaum Muslimin yang tak berdaya itu dengan dan hati yang dingin di hadapan pandangan mata saudara sesama kaum Muslimin.

Perilaku Raja Inggris ini tentu saja sangat menusuk perasaan hati Sultan Shalahuddin. Dia bernadzar untuk menuntut bela atas darah kaum Muslimin yang tak bersalah itu. Dalam pertempuran yang berkecamuk sepanjang 150 mil garis pantai, Sultan Shalahuddin memberikan pukulan-pukulan yang berat terhadap tentara Salib.

Akhirnya Raja Inggris yang berhati singa itu mengajukan permintaan damai yang diterima oleh Sultan. Raja itu merasakan bahwa yang dihadapinya adalah seorang yang berkemauan baja dan tenaga yang tak terbatas serta menyadari betapa sia-sianya melanjutkan perjuangan terhadap orang yang demikian itu. Dalam bulan September 1192 Masehi dibuatlah perjanjian perdamaian. Tentara Salib itu meninggalkan tanah suci dengan ransel dengan barang-barangnya kembali menuju Eropa.

“Berakhirlah dengan demikian serbuan tentara Salib itu” tulis Michaud “di mana gabungan pasukan pilihan dari Barat merebut kemenangan tidak lebih daripada kejatuhan kota Akkra dan kehancuran kota Askalon. Dalam pertempuran itu Jerman kehilangan seorang kaisarnya yang besar beserta kehancuran tentara pilihannya. Lebih dari enam ratus ribu orang pasukan Salib mendarat di depan kota Akkra dan yang kembali pulang ke negerinya tidak lebih dari seratus ribu orang. Dapatlah dipahami mengapa Eropa dengan penuh kesedihan menerima hasil perjuangan tentara Salib itu, oleh karena yang turut dalam pertempuran terakhir adalah tentara pilihan. Bunga kesatria Barat yang menjadi kebanggaan Eropa telah turut dalam pertempuran ini.

Sultan Shalahuddin mengakhiri sisa-sisa hidupnya dengan kegiatan-kegiatan bagi kesejahteraan masyarakat dengan membangun rumah sakit, sekolah-sekolah, perguruan-perguruan tinggi serta masjid-masjid di seluruh daerah yang diperintahnya.

Tetapi sayang, dia tidaklah ditakdirkan untuk lama merasakan nikmat perdamaian. Beberapa bulan kemudian dia pulang ke rahmatullah pada tanggal 4 Maret tahun 1193. “Hari itu merupakan hari musibah besar, yang belum pernah dirasakan oleh dunia Islam dan kaum Muslimin, semenjak mereka kehilangan Khulafa Ar-Rasyidin” demikian tulis seorang penulis Islam. Kalangan Istana seluruh daerah kerajaan berikut seluruh umat Islam tenggelam dalam lautan duka nestapa. Seluruh isi kota mengikuti usungan jenazahnya ke kuburan dengan penuh kesedihan dan tangisan.

Demikianlah berakhirnya kehidupan Sultan Shalahuddin, seorang raja yang sangat dalam perikemanusiaannya dan tak ada tolok bandingannya, jiwa kepahlawanan yang dimilikinya dalam sejarah kemanusiaan. Dalam pribadinya, Allah telah melimpahkan hati seorang Muslim yang penuh kasih sayang terhadap kemanusiaan dicampur dengan sangat harmonis dengan keperkasaan seorang genius dalam medan pertempuran. Utusan yang menyampaikan berita kematiannnya itu ke Baghdad membawa serta baju perangnya, kudanya, uang sebanyak satu dinar dan 36 dirham sebagai milik pribadinya yang masih ketinggalan. Orang yang hidup satu zaman dengannya, serta segenap ahli sejarah sama sependapat bahwa Sultan Shalahuddin adalah seorang yang sangat lemah lembut hatinya, ramah tamah, sabar, seorang sahabat yang baik dari kaum cendekiawan dan golongan ulama yang diperlakukannya dengan rasa hormat yang mendalam serta dengan penuh kebajikan. “Di Eropa” tulis Philip K Hitti, dia telah menyentuh alam khayalan para penyanyi maupun para penulis novel zaman sekarang, dan masih tetap dinilai sebagai suri teladan kaum kesatria.

Semoga Allah melapangkan kuburnya.

Januari 14, 2009

Krisis Ekonomi Lagi...?

Krisis ekonomi Global sudah didepan mata, semua negara siap2 menghadapinya termasuk Indonesia. Akankah krisis keuangan tahu 1997/1998 terulang kembali? dimana semua harga bahan pokok merangkak naik sampai rakyat indonesia kebanyakan tak mampu membeli kebutuhan pokok. Nasi aking, ketela pohon, dan bahkan bahan makanan ternak di negara maju menjadi makanan pokok rakyat miskin indonesia? (kita berdoa, itu jangan sampai terjadi). Kebijakan pemerintah dalam menurunkan harga BBM dirasa tidak menyentuh kebutuhan rakyat miskin, yang menikmati hanyalah mereka yang mempunyai kendaraan pribadi, Ongkos kendaraan umum masih blm juga mau turun. PHK masal terjadi dimana mana di beberapa sektor industri, terutama industri konstruksi, karena disaat krisis seperti ini banyak investor yang dengan segera mengamankan asetnya terlebih dahulu sambil menunggu dan melihat (wait and see) perkembangan ekonomi dunia selanjutnya. China sebagai raksasa ekonomi menurunkan target pertumbuhan ekonominya menjadi 11% untuk tahun 2009. Sementara Indonesia hanya menargetkan 4.5 - 5% saja, dari realisasi tahun lalu yaitu 6%.
Bagaimanakah langkah kita selanjutnya? menunggu di PHK saja? atau mencari pekerjaan baru? padahal kita semua tahu semua sektor industri melakukan efisiensi... Dilematis bukan?
Amerika sebagai negara maju (notabene yang menjadi penyebab utama krisis global terjadi, karena bank-bank dan instansi penjamin keuangan mereka "rontok"), sudah sangat terpuruk, dimana mall-mall pusat perbelanjaan, restoran makanan siap saji (Mc Donald, KFC, Texas Fried Chicken, CFC, dsb) sudah lama merugi dan melakukan effisiensi.
Untuk indonesia sendiri Menko perekonomian&keuangan masih optimis dengan pondasi ekonomi makro indonesia saat ini, inilah secercah harapan bagi seluruh rakyat indonesia, yaitu pemerintahan yang jujur dan benar2 memikirkan nasib rakyat. Sementara itu harapan dilontarkan juga melalui Menteri Negara BUMN, Sofyan Djalil menyatakan persoalan krisis ekonomi di Amerika Serikat juga berdampak pada ekonomi Indonesia. Namun, pengaruh krisis di Amerika Serikat itu tidak berpengaruh pada ekonomi Indonesia secara signifikan. inilah harapan kita saat ini, semoga.....

November 27, 2008

Kaca Spion (Catatan Andy. F Noya)

Sewaktu kuliah, hampir setiap siang, sebelum ke kampus saya selalu
mampir ke perpustakaan Soemantri Brodjonegoro. Ini tempat favorit saya.
Selain karena harus menyalin bahan-bahan pelajaran dari buku-buku wajib
yang tidak mampu saya beli, berada di antara ratusan buku membuat saya
merasa begitu bahagia. Biasanya satu sampai dua jam saya di sana .. Jika
masih ada waktu, saya melahap buku-buku yang saya minati. Bau harum
buku, terutama buku baru, sungguh membuat pikiran terang dan hati riang.
Sebelum meninggalkan perpustakaan, biasanya saya singgah di gerobak
gado-gado di sudut jalan, di luar pagar. Kain penutupnya khas, warna
hitam. Menurut saya, waktu itu, inilah gado-gado paling enak seantero
Jakarta . Harganya Rp 500 sepiring sudah termasuk lontong. Makan
sepiring tidak akan pernah puas. Kalau ada uang lebih, saya pasti nambah
satu piring lagi. Tahun berganti tahun. Drop out dari kuliah, saya
bekerja di Majalah TEMPO sebagai reporter buku Apa dan Siapa
Orang Indonesia . Kemudian pindah menjadi reporter di Harian Bisnis
Indonesia . Setelah itu menjadi redaktur di Majalah MATRA. Karir saya
terus meningkat hingga menjadi pemimpin redaksi di Harian Media
Indonesia dan Metro TV.
Sampai suatu hari, kerinduan itu datang. Saya rindu makan gado-gado di
sudut jalan itu. Tetapi ketika rasa gado-gado berubah drastis, saya
menjadi gundah. Kegundahan yang aneh. Kepada istri saya utarakan
kegundahan tersebut. Saya risau saya sudah berubah dan tidak lagi
menjadi diri saya sendiri. Padahal sejak kecil saya berjanji jika suatu
hari kelak saya punya penghasilan yang cukup, punya mobil sendiri, dan
punya rumah sendiri, saya tidak ingin berubah. Saya tidak ingin menjadi
sombong karenanya.
Hal itu berkaitan dengan pengalaman masa kecil saya di Surabaya . Sejak
kecil saya benci orang kaya. Ada kejadian yang sangat membekas dan
menjadi trauma masa kecil saya. Waktu itu umur saya sembilan tahun. Saya
bersama seorang teman berboncengan sepeda hendak bermain bola. Sepeda
milik teman yang saya kemudikan menyerempet sebuah mobil. Kaca spion
mobil itu patah.
Begitu takutnya, bak kesetanan saya berlari pulang. Jarak 10 kilometer
saya tempuh tanpa berhenti. Hampir pingsan rasanya. Sesampai di rumah
saya langsung bersembunyi di bawah kolong tempat tidur. Upaya yang
sebenarnya sia-sia. Sebab waktu itu kami hanya tinggal di sebuah garasi
mobil, di Jalan Prapanca.. Garasi mobil itu oleh pemiliknya disulap
menjadi kamar untuk disewakan kepada kami. Dengan ukuran kamar yang cuma
enam kali empat meter, tidak akan sulit menemukan saya. Apalagi tempat
tidur di mana saya bersembunyi adalah satu-satunya tempat tidur di
ruangan itu. Tak lama kemudian, saya mendengar keributan di luar.
Rupanya sang pemilik mobil datang. Dengan suara keras dia marah-marah
dan mengancam ibu saya. Intinya dia meminta ganti rugi atas kerusakan
mobilnya.
Pria itu, yang cuma saya kenali dari suaranya yang keras dan tidak
bersahabat, akhirnya pergi setelah ibu berjanji akan mengganti kaca
spion mobilnya. Saya ingat harga kaca spion itu Rp 2.000. Tapi uang
senilai itu, pada tahun 1970, sangat besar. Terutama bagi ibu yang
mengandalkan penghasilan dari menjahit baju. Sebagai gambaran, ongkos
menjahit baju waktu itu Rp 1.000 per potong. Satu baju memakan waktu dua
minggu. Dalam sebulan, order jahitan tidak menentu. Kadang sebulan ada
tiga, tapi lebih sering cuma satu. Dengan penghasilan dari menjahit
itulah kami - ibu, dua kakak, dan saya - harus bisa bertahan hidup
sebulan.
Setiap bulan ibu harus mengangsur ganti rugi kaca spion tersebut. Setiap
akhir bulan sang pemilik mobil, atau utusannya, datang untuk mengambil
uang. Begitu berbulan-bulan. Saya lupa berapa lama ibu harus menyisihkan
uang untuk itu. Tetapi rasanya tidak ada habis-habisnya. Setiap akhir
bulan, saat orang itu datang untuk mengambil uang, saya selalu
ketakutan. Di mata saya dia begitu jahat. Bukankah dia kaya? Apalah
artinya kaca spion mobil baginya? Tidakah dia berbelas kasihan melihat
kondisi ibu dan kami yang hanya menumpang di sebuah garasi?
Saya tidak habis mengerti betapa teganya dia. Apalagi jika melihat wajah
ibu juga gelisah menjelang saat-saat pembayaran tiba. Saya benci pemilik
mobil itu. Saya benci orang-orang yang naik mobil mahal. Saya benci
orang kaya.
Untuk menyalurkan kebencian itu, sering saya mengempeskan ban
mobil-mobil mewah. Bahkan anak-anak orang kaya menjadi sasaran saya.
Jika musim layangan, saya main ke kompleks perumahan orang-orang kaya.
Saya menawarkan jasa menjadi tukang gulung benang gelasan ketika mereka
adu layangan. Pada saat mereka sedang asyik, diam-diam benangnya saya
putus dan gulungan benang gelasannya saya bawa lari. Begitu
berkali-kali. Setiap berhasil melakukannya, saya puas. Ada dendam yang
terbalaskan.
Sampai remaja perasaan itu masih ada. Saya muak melihat orang-orang kaya
di dalam mobil mewah.. Saya merasa semua orang yang naik mobil mahal
jahat. Mereka orang-orang yang tidak punya belas kasihan. Mereka tidak
punya hati nurani.
Nah, ketika sudah bekerja dan rindu pada gado-gado yang dulu semasa
kuliah begitu lezat, saya dihadapkan pada kenyataan rasa gado-gado itu
tidak enak di lidah. Saya gundah. Jangan-jangan sayalah yang sudah
berubah. Hal yang sangat saya takuti. Kegundahan itu saya utarakan
kepada istri. Dia hanya tertawa. ''Andy Noya, kamu tidak usah merasa
bersalah. Kalau gado-gado langgananmu dulu tidak lagi nikmat, itu karena
sekarang kamu sudah pernah merasakan berbagai jenis makanan. Dulu
mungkin kamu hanya bisa makan gado-gado di pinggir jalan. Sekarang,
apalagi sebagai wartawan, kamu punya kesempatan mencoba makanan yang
enak-enak. Citarasamu sudah meningkat,'' ujarnya. Ketika dia melihat
saya tetap gundah, istri saya mencoba meyakinkan, "Kamu berhak untuk
itu. Sebab kamu sudah bekerja keras."
Tidak mudah untuk untuk menghilangkan perasaan bersalah itu. Sama
sulitnya dengan meyakinkan diri saya waktu itu bahwa tidak semua orang
kaya itu jahat. Dengan karir yang terus meningkat dan gaji yang saya
terima, ada ketakutan saya akan berubah. Saya takut perasaan saya tidak
lagi sensitif. Itulah kegundahan hati saya setelah makan gado-gado
yang berubah rasa. Saya takut bukan rasa gado-gado yang berubah, tetapi
sayalah yang berubah. Berubah menjadi sombong.
Ketakutan itu memang sangat kuat. Saya tidak ingin menjadi tidak
sensitif. Saya tidak ingin menjadi seperti pemilik mobil yang kaca
spionnya saya tabrak.
Kesadaran semacam itu selalu saya tanamkan dalam hati. Walau dalam
kehidupan sehari-hari sering menghadapi ujian. Salah satunya ketika
mobil saya ditabrak sepeda motor dari belakang. Penumpang dan orang yang
dibonceng terjerembab. Pada siang terik, ketika jalanan macet, ditabrak
dari belakang, sungguh ujian yang berat untuk tidak marah. Rasanya ingin
melompat dan mendamprat pemilik motor yang menabrak saya. Namun, saya
terkejut ketika menyadari yang dibonceng adalah seorang ibu tua dengan
kebaya lusuh. Pengemudi motor adalah anaknya. Mereka berdua pucat pasi.
Selain karena terjatuh, tentu karena melihat mobil saya penyok.
Hanya dalam sekian detik bayangan masa kecil saya melintas. Wajah pucat
itu serupa dengan wajah saya ketika menabrak kaca spion. Wajah yang
merefleksikan ketakutan akan akibat yang harus mereka tanggung. Sang
ibu, yang lecet-lecet di lutut dan sikunya, berkali-kali meminta maaf
atas keteledoran anaknya. Dengan mengabaikan lukanya, dia berusaha
meluluhkan hati saya. Setidaknya agar saya tidak menuntut ganti rugi.
Sementara sang anak terpaku membisu. Pucat pasi. Hati yang panas segera
luluh. Saya tidak ingin mengulang apa yang pernah terjadi pada saya.
Saya tidak boleh membiarkan benih kebencian lahir siang itu. Apalah
artinya mobil yang penyok berbanding beban yang harus mereka pikul.
Maka saya bersyukur. Bersyukur pernah berada di posisi mereka. Dengan
begitu saya bisa merasakan apa yang mereka rasakan. Setidaknya siang itu
saya tidak ingin lahir sebuah benih kebencian. Kebencian seperti yang
pernah saya rasakan dulu. Kebencian yang lahir dari pengalaman hidup
yang pahit.

Oktober 22, 2008

Baja Dalam Kehidupan Kita

Baja dapat dikatakan sebagai bahan dasar vital untuk industri. Semua segmen kehidupan, mulai dari peralatan dapur, transportasi, generator pembangkit listrik, sampai kerangka gedung dan jembatan menggunakan baja. Dalam kehidupan sehari-hari, biasanya keberadaan baja diabaikan karena umumnya produk baja tersebut dilapisi oleh bahan lain.
Pada kenyataannya, setiap manusia dalam kehidupannya banyak bersentuhan dengan produk yang berasal dari baja.
Seorang anak ketika bangun tidur meminum susu, karena susu dipercaya memiliki kandungan gizi yang baik untuk masa pertumbuhan. Tahukah Anda bahwa kaleng wadah susu tersebut bahan bakunya adalah baja ? Begitu pula dengan berbagai jenis kaleng makanan dan kaleng minuman yang tentunya sudah akrab dengan kehidupan kita sehari-hari.
Agar praktis kita sering memasak dan mengkonsumsi makanan kaleng. Sementara itu, di hari yang panas atau setelah lelah berolahraga acapkali kita langsung menyesap minuman dalam kaleng. Wadah makanan dan minuman yang berupa kaleng tersebut berbahan baku baja, dalam hal ini baja lembaran dingin yang khusus diproduksi untuk industri pelat timah. Pelat timah banyak digunakan untuk kaleng makanan dan minuman, kaleng cat, dan chemical containers yang memerlukan ketahanan yang tinggi terhadap korosi, weldability dan workability yang tinggi, dan kekuatan yang cukup untuk menampung isi dari kaleng tersebut.
Seorang ibu yang akan menyiapkan masakan bagi keluarganya juga banyak menggunakan produk baja. Peralatan memasak yang digunakannya seperti panci, oven, merupakan produk akhir yang berbahan baku baja. Begitu pula dengan tabung gas untuk menyalakan kompornya.
Mengendarai mobil atau motor, melaju di jalan tol, bersepeda untuk menjaga kebugaran tubuh, berkantor di gedung tinggi, bermain ayunan di taman bermain, dan masih banyak lagi, tanpa kita sadari semuanya bersentuhan dengan baja. Baja untuk aplikasi otomotif yang digunakan dalam pembuatan rangka kendaraan bermotor (chassis dan cross-members), wheel discs and rims, rear axles, tangki bahan bakar, filter oli, dan lain-lain, baja untuk aplikasi konstruksi, baja untuk aplikasi enamel yang digunakan untuk peralatan dapur, alat memasak, dan lain-lain.
Bahkan ketika tidur pun kita bersentuhan dengan baja. Pegas pada spring bed yang kita gunakan merupakan salah satu aplikasi dari baja batang kawat. Aplikasi lainnya adalah jari-jari roda sepeda, rangka payung, kawat, paku, mur, baut, dan lain-lain.
Sedemikian dekatnya kehidupan manusia dengan baja. Baja telah menyatu dalam kehidupan manusia dan menjadi penopang seluruh aktivitas dalam proses produksi sehingga tidak dapat dipisahkan dari masyarakat industri.

Agustus 09, 2008

Sebuah Langkah Kreatif dan Inovatif





Arsitek selalu membuat “kejutan” baru dalam menciptakan karya-karya mereka. Eksplorasi mereka terhadap bentuk massa, struktur, dan proporsi, didukung oleh desain yang inovatif serta teknologi canggih semua difokuskan dalam menghasilkan suatu karya baru. Dalam mencapai sebuah langkah kreatif eksplorasi terhadap desain seolah-olah tidak ada batasnya. Bagi Ridwan Kamil, seorang arsitek urban yang tengah mengeksplorasi desain-desain spektaktuler, desain yang spontan dapat terwujud lebih unik dibandingkan dengan desain awal. Pada desain rumahnya di Bandung Utara dia mewujudkan ide yang ekspresif dan kreatif lewat bahasa arsitektur dengan balutan estetika dan desain yang berfungsi.
Bagi Emil, demikian sapaan sehari-harinya, mendesain adalah ibarat melakukan sebuah ibadah. Dia mengerti betul aturan-aturan yang perlu dipatuhi dan aturan yang masih fleksibel sehingga dapat menciptakan suatu bahasa arsitektur dan bahasa interior yang unik pada setiap rancangannya. Kali ini Emil berkesempatan untuk merancang rumahnya sendiri dengan menggabungkan pengalaman kerja, pengetahuan serta impiannya untuk menciptakan sebuah hunian modern yang menghadirkan ”semangat” desain dalam konteks kehidupan modern.

Secondary Skin yang fenomenal
Banyak ide yang ingin diwujudkan ketika mendesain rumahnya. Dia membalut bangunan dengan kulit eksternal (secondary skin) sebagai upaya untuk menyamarkan dinding rumah utama yang sebagian besar terbuka dengan kaca setinggi plafon. Sang arsitek menerangkan bahwa secondary skin ini bagaikan sebuah bidang, tirai, partisi, jendela dan juga penghalang terhadap terik panas matahari di siang hari. Kulit ini tidak hanya terlihat unik tetapi juga fungsional. Uniknya struktur kerangka kulit luar ini dipadukan dengan bahan yang tidak lazim digunakan pada rumah, yaitu botol-botol bekas yang jumlahnya mencapai 30 ribu buah. Botol-botol bekas tersebut ditempelkan dan disusun satu sama lain untuk menghasilkan bidang-bidang partisi yang semi transparan. Botol bekas yang dipilih adalah botol kratingdaeng yang berukuran sedang dan berwarna oranye sehingga menghasilkan pencahayaan yang nyaman dan alami ketika ditimpa matahari. Efek cahaya tersebut sesuai dengan tema warna yang diterapkan pada interior rumahnya yaitu warna cokelat kayu.
Emil mengatakan bahwa pemakaian secondary skin mempunyai falsafah tertentu seperti yang pernah dikemukakan oleh arsitek Budi Pradono dalam rancangan beberapa bangunannya yaitu mengangkat citra tradisional dalam bahasa modern. Jika diperhatikan secara teliti struktur kerangka secondary skin merupakan paduan unsur modern dengan unsur tradisional yaitu botol-botol bekas tadi.
Pada resto Kayumanis yang dikerjakan oleh Budi Pradono, efek yang dihasilkan melalui struktur secondary skin ini memunculkan efek “dramatis” ketika bersinggungan dengan cahaya matahari. Suasana terlihat “hangat” dan nyaman.


Tekstur, Warna dan Unsur Melayang
Rumah ini berdiri di atas lahan yang berbentuk trapesium, sehingga orientasi desainnya harus disesuaikan dengan kondisi lahan. Bentuk massa utama berbentuk huruf “U” dengan bagian depan rumah menyerong ke arah jalan sehingga menjadikan tata letak interiornya terpisah-pisah. Namun Emil tetap mengomposisikan ruangan agar terbuka satu sama lain melalui permainan efek tembus pandang dan dominasi garis kisi-kisi pada interiornya. Di sini diterapkan permainan struktur split level dengan komposisi dua lantai di massa bagian depan dan komposisi tiga lantai di massa bagian belakang. Kedua massa ini mengapit sebuah inner-court yang difungsikan sebagai area buffer sekaligus sebagai tempat relaksasi. Mengingat area ini sering dipergunakan sebagai tempat berkumpul keluarga ataupun tempat pengajian maka ruang luar ini menjadi perluasan dari ruang dalam.
Setiap ruangan saling berhubungan dengan ruangan di sebelahnya. Misalnya ruangan tamu di depan terhubung langsung dengan ruangan keluarga tetapi dipisahkan dengan perbedaan lantai. Disisi lain, pada partisi yang melatarbelakangi rak TV dibuat celah horizontal sehingga dapat terlihat aktivitas di ruang musala.
Secara menyeluruh, interior dalam dibuat nyaman dengan aksen warna yang dominan. Contohnya terdapat ruangan keluarga yang elegan dengan mebel dan aksesori interior yang menawan. Sebuah sofa egg chair berwarna merah menjadi aksen yang turut menyemarakkan ruangan ini. Emil mengatakan bahwa aksen ini dibuat untuk menampilkan pusat perhatian pada ruangan. Dari ruangan ini terdapat akses ke arah inner courtyard melalui pintu kaca geser. Bukaan seperti ini berfungsi untuk melancarkan sirkulasi udara dan juga melancarkan cahaya matahari masuk ke dalam rumah sehingga rumah terasa sejuk dan terang.
Pemakaian cat untuk tembok sengaja dibuat minim. Sebagai penggantinya dipakai material bertekstur seperti batu alam, wallpaper, panel kayu, kisi-kisi besi dan beberapa bahan lainnya yang memenuhi bidang-bidang interiornya. Berbagai material dipadukan seperti batu andesit untuk pelapis lantai dan pelapis dinding yang di beri coakan garis-garis sehingga terlihat unik. Detail-detail ini banyak yang diubah oleh Emil saat pelaksanaan tahapan konstruksi, sehingga tercapai suasana dan efek yang diinginkan.
Detail lain yang turut diperhatikan oleh Emil adalah ”efek melayang” yang diterapkan pada sebagian besar furnitur di dalam rumah. Contohnya meja dapur island berwarna putih yang mempunyai kaki meja yang ditempatkan pada bagian tengah dalam sehingga tidak terlihat dan menimbulkan efek melayang. Begitu pula dengan penggunaan beton yang membingkai sebuah chaise longe berwarna merah di area courtyard. Di sini struktur betonnya ditopang oleh kaki beton yang dibuat lebih ramping dan lebih kecil sehingga tercipta efek melayang pada struktur beton tadi. Dengan pencahayaan dari lampu yang tersembunyi, efek visual melayang lebih terlihat terutama menjelang malam hari.
Secara keseluruhan semua elemen yang diciptakan berpadu harmonis penuh permainan garis horizontal dan vertikal, serta mempunyai nilai ramah lingkungan karena menggunakan botol-botol bekas sebagai elemen arsitekturnya (fitriyadi).

Juli 25, 2008

AutoCad 2D (tutorial)

For many people who's work at Technician or Technical Engineering, Autocad is one of several software wich is needed. This software is so important to help our daily work. Many people wily work with Autocad and many doesn't, therefore herewith we would like to help you to provide the Tutorial. Hope you'll be enjoy it...

1. Making a Line, Offset, Trim, Erase, let's Check this out here!!

follow this link....

Kantor Canggih Bernuansa Alami



Desain kantor ini tidak hanya mengakomodasi kegiatan bekerja tetapi juga berhasil mengekspresikan citra perusahaan yang canggih dan atmosfer ruang bernuansa natural modern.
Kantor yang berlokasi di kawasan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan ini merupakan basis perusahaan Concept Technology yang bergerak di bidang tata cahaya / lighting dan sistem otomatisasi / automation system. Kantor seluas 500 m2 ini merupakan hasil renovasi total (bangunan baru) rumah lama yang diubah menjadi bangunan dengan total lima lantai agar dapat menampung banyak ruangan sesuai dengan kebutuhan pekerjanya. Kantor ini juga dilengkapi oleh sistem otomatisasi canggih agar dapat memberikan fleksibilitas, kemudahan, kenyamanan, keamanan dan komunikasi intens sesuai dengan citra perusahaan. Konsep desain dipercayakan kepada tim arsitek Coleen Hadipurnama dari CH Form+Graphic sedangkan pembangunannya oleh Liman Wijaya dari Jayagiri Permai.

Sebagai tahap awal, arsitek merancang massa bangunan yang berkesan dua lantai dengan atap perisai dan jendela kaca lebar agar sesuai dengan aturan pembangunan di kawasan tersebut. Tampilan kantor ini didesain bergaya natural minimalis dengan menonjolkan bentuk kotak-kotak geometris yang bebas dari detail rumit. Arsitek juga banyak menerapkan material alami pada setiap elemen bangunan yang dikombinasi dengan teknologi canggih. Contohnya, sebagian dinding fasada dan seluruh lantai kantor dilapisi oleh batu andesit sedangkan pintunya terbuat dari kayu jati tanpa finishing. Selain itu, jendela kaca setinggi dua lantai pada fasada dilengkapi oleh alat mekanis berupa penjepit kaca tanpa kusen / spider fitting yang berhasil memperluas pandangan.

Berlanjut ke layout ruang dalam, arsitek menyusun lima buah lantai secara berselang seling di dalam bangunan / split level dimana lantai dasar ditata untuk area penerima tamu, area pameran / acara dan dilengkapi oleh courtyard dengan gazebo di dalamnya. Lantai satu untuk ruang rapat, ruang pelatihan dan area servis sedangkan lantai dua untuk ruang kerja pimpinan, ruang kerja desainer dan staf keuangan serta pantri. Lantai tiga dan lantai empat untuk ruang kerja staf produksi serta gudang sedangkan lantai lima khusus untuk penthouse milik pimpinan yang terdiri dari kamar tidur, kamar mandi terbuka dari area nonton tv. Pusat sirkulasi bangunan adalah area tangga yang dirancang terbuka dengan menonjolkan konstruksi baja yang disekat dengan dinding kaca. Interior kantor juga didesain bernuansa natural dan nyaman yaitu seluruh plafon, dinding dalam, kusen aluminium bahkan pagar balkon dicat warna putih. Yang unik dan inspiratif dari kantor ini adalah adanya satu ruangan yang dilengkapi oleh lemari built in khusus untuk pelatihan dan presentasi mengenai prinsip dasar dalam tata cahaya / lighting dan sistem otomatisasi. (Fitriyadi 7/25)

Juli 21, 2008

Anda Sarjana Teknik Sipil?

Apakah anda seorang sarjana Teknik sipil? berbesar hatilah karena fakta menunjukan trend positif saat ini, untuk lebih jelasnya jangan anda lewatkan informasi yang mungkin berharga bagi anda..

Teknik Sipil merupakan ilmu terapan yang mencakup teknologi merancang, membangun, dan memelihara serta memperbaiki bangunan. Bangunan yang dimaksud di sini sangat beragam, mulai dari bangunan rumah sederhana dan gedung-gedung bertingkat, jembatan, bendungan, hingga bangunan sarana dan prasarana transportasi, jembatan, bendungan, pengairan, prasarana produksi, hingga bangunan-bangunan lepas pantai seperti pada fasilitas pengeboran minyak lepas pantai, serta berbagai fasilitas pembangkit dan transmisi energi. Singkatnya, di setiap saat ketika kita melintas di jalan raya, sewaktu berjalan-jalan di kawasan gedung pertokoan ataupun saat berkunjung ke bandara, semua yang kita lihat dan manfaatkan merupakan hasil karya lulusan Teknik Sipil.

Para ahli Teknik Sipil, umumnya dikenal dengan sebutan insinyur Sipil, awalnya bertugas membuat rancangan struktur bangunan secara lengkap; mulai dari pondasi hingga keseluruhan bangunan tersebut lengkap dan siap digunakan. Selama proses perancangan ahli Teknik Sipil bekerja dalam suatu tim pembangunan untuk meneliti, mengukur dan menentukan apakah kekuatan tanahnya memadai. Pada tahap yang sama ahli Teknik Sipil akan juga membuat rancangan bangunan dan menghitung dimensi dan kekuatan bagian-bagian bangunannya sehingga siap untuk dijadikan acuan bagi pihak pelaksana (kontraktor) untuk dibangun.
Tahap selanjutnya adalah tahap pembangunan atau konstruksi. Tahap pembangunan suatu rumah atau gedung sederhana, misalnya, dimulai dengan pekerjaan pemasangan pondasi, penyusunan kerangka gedung, dan dilanjutkan dengan pembangunan lantai dan dindingnya. Pada tahap pembangunan ini ahli Teknik Sipil harus bekerjasama dengan para ahli di bidang lainnya untuk memasang sistem kelistrikan gedung, sistem keamanan, serta perpipaan untuk air bersih dan saluran pembuangan limbahnya. Pada konstruksi bangunan-bangunan yang jauh lebih rumit tentu saja proses konstruksinya akan terdiri dari banyak pekerjaan dan semakin melibatkan banyak pula pihak-pihak dan ahli lain yang terkait.
Selain pembangunan baru, tugas seorang ahli Teknik Sipil juga mencakup pemeliharaan dan perbaikan bangunan yang sudah ada. Suatu infrastruktur, dapat mengalami perubahan fungsi atau penurunan kondisi selama masa layannya. Para ahli Teknik Sipil harus dapat merencanakan perbaikan / retrofitting pada struktur agar struktur tersebut dapat berfungsi dengan baik atau dapat bertahan terhadap gaya gempa besar yang mungkin terjadi.
Pada prinsipnya ilmu yang akan teman-teman pelajari pada prodi ini akan banyak berkaitan dengan ilmu fisika terapan, terutama ilmu mekanika. Teman-teman juga dituntut untuk menguasai prinsip-prinsip matematika dengan baik. Walau kini banyak perangkat lunak tersedia untuk membantu proses penghitungan, teman-teman akan tetap ditekankan mengenai pentingnya penguasaan pengetahuan dan pemahaman prinsip-prinsip dasar keteknikan. Selain mempelajari ilmu-ilmu teknis untuk keperluan merancang, membangun dan memelihara struktur bangunan, pada program studi Teknik Sipil juga akan dipelajari berbagai aspek manajemen konstruksinya. Di sini teman-teman akan diberi pengetahuan dan dilatih untuk dalam mengelola pelaksanaan konstruksi dengan baik (seperti: mengatur jadwal kerja, mengatur pekerja, bahan dan peralatan), sesuai dengan prinsip-prinsip efisiensi dan efektivitas dalam pengunaan berbagai sumberdaya, serta tetap menjaga dan memenuhi ketentuan lingkungan.

Prospek Kerja
Seorang sarjana Teknik Sipil memiliki prospek kerja yang sangat luas di dalam maupun di luar negeri, antara lain:

* Bidang Pembangunan Infrastruktur:
Seorang lulusan Teknik Sipil dapat berprofesi sebagai konsultan atau sebagai kontraktor yang bertanggung jawab melaksanakan pembangunan. Peluang lainnya adalah bekerja sebagai pegawai dalam bidang pengaturan dan kebijakan di instansi pemerintahan, seperti di Departemen dan Dinas PU, Bapenas, Bapeda dll.

* Bidang Industri Energi, Pertambangan dan Pengolahan
Berbagai perusahaan di lingkungan industri migas, pertambangan, pengolahan seperti Pertamina, Schlumberger, PLN, Freeport, INCO, Pupuk Kaltim dll. membutuhkan sarjana Teknik Sipil untuk menyediakan dan memelihara berbagai bangunan dan fasilitas produksi.

* Bidang Pendidikan
Seorang lulusan Teknik Sipil dapat menjadi pengajar/peneliti di perguruan tinggi/lembaga pendidikan atau di pusat-pusat penelitian.

* Bidang lainnya
Para lulusan program studi Teknik Sipil juga mempunyai kemampuan yang cukup bersaing untuk bekerja di berbagai bidang non-keteknikan, seperti perbankan dan asuransi, atau berkarier di birokrasi pemerintahan atau bisnis di bidang-bidang lainnya.

So, let's wake up!! get your dream with science, get science with spirit....
Nothing imposible in this world..... Just work and pray, SUCCSESS FOR YOU ALL!!

Beasiswa

Berminat meraih beasiswa? klik disini..

solo drum

Do you like music? realy, realy like? watch this!!

Juli 19, 2008

Pencakar Langit

Gedung tertinggi di dunia saat ini, terdapat di Taipei dengan ketinggiannya 500m, gedung ini memiliki fasilitar escalator tercepat di dunia hanya memerlukan waktu 37 detik untuk mencapai ketinggian 80, dapat di bayangkan peran serta dan kerjasama yang baik antar disiplin ilmu.














Menara CN adalah bangunan tertinggi di dunia yang tegak sendiri di permukaan tanah. Tingginya 553.33 meter. Menara ini terletak di kota Toronto, Ontario, Kanada, dan dianggap sebagai ikon kota tersebut (Koordinat: 43°38′33.24″LU,79°23′13.7″BB). Menara CN dikunjungi oleh lebih dari dua juta orang setiap tahunnya. Menara ini mulai dibangun tahun 1973.
CN adalah singkatan resmi dari Canadian National Railway (Kereta Api Nasional Kanada), namun setelah perusahaan itu memutuskan untuk mecabut investasinya dalam aset jalur kereta api barang yang bukan merupakan inti usahanya dalam langkah-langkah yang menyebabkan swastanisasi perusahaan tersebut pada 1995, Menara CN dialihkan kepada Canada Lands Company (CLC), sebuah Crown corporation federal yang bertanggung jawab atas pembangunan real estate. Karena warga kota Toronto ingin mempertahankan nama Menara CN, singkatan CN itu kini diubah artinya menjadi Canada's National dan bukan namanya semula, Canadian National.
Tapi, jika Menara Jakarta siap sepenuhnya sekitar 2010-2011, menara ini akan hanya duduk di peringkat kedua.



Menara Sears (Sears Tower) adalah pencakar langit di Chicago, Illinois. Gedung ini merupakan gedung tertinggi di Amerika Serikat sejak tahun 1973 setelah mengalahkan ketinggian World Trade Center. Sebelumnya, World Trade Center merupakan gedung tertinggi di AS selama setahun setelah mengungguli Gedung Empire State. Menara Sears dibangun konglomerat bisnis eceran Sears, Roebuck and Company. Perancangnya adalah arsitek kepala Bruce Graham dan insinyur struktur Fazlur Khan dari Skidmore, Owings and Merrill.
Pembangunan dimulai bulan Agustus 1970, dan dicapai tinggi maksimum gedung seperti direncanakan pada tanggal 3 Mei 1973. Ketika selesai, ketinggian Menara Sears mengungguli World Trade Center di New York, dan menjadi gedung tertinggi di dunia. Gedung ini terdiri dari 108 lantai, namun pemilik gedung menghitung lantai atap sebagai lantai 109, dan bagian paling atas yang berisi peralatan mekanik sebagai lantai 110. Tinggi gedung sampai ke atap adalah 442 m, dihitung dari pintu masuk sebelah timur. (Agus. fitriyadi)

Sejarah Disiplin Ilmu Teknik Sipil

Teknik sipil adalah salah satu cabang ilmu teknik yang mempelajari tentang bagaimana merancang, membangun, merenovasi tidak hanya gedung dan infrastruktur, tetapi juga mencakup lingkungan untuk kemaslahatan hidup manusia.
Teknik sipil mempunyai ruang lingkup yang luas, di dalamnya pengetahuan matematika, fisika, kimia, biologi, geologi, lingkungan hingga komputer mempunyai peranannya masing-masing. Teknik sipil dikembangkan sejalan dengan tingkat kebutuhan manusia dan pergerakannya, hingga bisa dikatakan ilmu ini bisa merubah sebuah hutan menjadi kota besar.

Cabang-cabang ilmu teknik sipil

Struktural: Cabang yang mempelajari masalah struktural dari materi yang digunakan untuk pembangunan. Sebuah bentuk bangunan mungkin dibuat dari beberapa pilihan jenis material seperti baja, beton, kayu, kaca atau bahan lainnya. Setiap bahan tersebut mempunyai karakteristik masing-masing. Ilmu bidang struktural mempelajari sifat-sifat material itu sehingga pada akhirnya dapat dipilih material mana yang cocok untuk jenis bangunan tersebut. Dalam bidang ini dipelajari lebih mendalam hal yang berkaitan dengan perencanaan struktur bangunan, jalan, jembatan, terowongan dari pembangunan pondasi hingga bangunan siap digunakan.

Geoteknik: Cabang yang mempelajari struktur dan sifat berbagai macam tanah dalam menopang suatu bangunan yang akan berdiri di atasnya. Cakupannya dapat berupa investigasi lapangan yang merupakan penyelidikan keadaan-keadaan tanah suatu daerah dan diperkuat dengan penyelidikan laboratorium.
Manajemen Konstruksi: Cabang yang mempelajari masalah dalam proyek konstruksi yang berkaitan dengan ekonomi, penjadwalan pekerjaan, pengembalian modal, biaya proyek, semua hal yang berkaitan dengan hukum dan perizinan bangunan hingga pengorganisasian pekerjaan di lapangan sehingga diharapkan bangunan tersebut selesai tepat waktu.
Hidro dan Lingkungan: Cabang yang mempelajari air dan lingkungan alam, pengendalian dan permasalahannya. Mencakup bidang ini antara lain cabang ilmu hidrologi air (berkenaan dengan cuaca, curah hujan, debit air sebuah sungai dsb), hidrolika (sifat material air, tekanan air, gaya dorong air dsb) dan bangunan air seperti pelabuhan, dam, irigasi, waduk/bendungan, kanal hingga teknik penyehatan.
Transportasi: Cabang yang mempelajari mengenai sistem transportasi dalam perencanaan dan pelaksanaannya. Mencakup bidang ini antara lain konstruksi dan pengaturan jalan raya, konstruksi bandar udara, terminal, stasiun dan manajemennya.

Informatika Teknik Sipil: Cabang baru yang mempelajari penerapan Komputer untuk perhitungan/pemodelan sebuah sistem dalam proyek Pembangunan atau Penelitian. Mencakup bidang ini antara lain dicontohkan berupa pemodelan Struktur Bangunan (Struktural dari Materi atau CAD), pemodelan pergerakan air tanah atau limbah, pemodelan lingkungan dengan Teknologi GIS (Geographic information system).
Keluasan cabang dari teknik sipil ini membuatnya sangat fleksibel di dalam dunia kerja. Profesi yang didapat dari seorang ahli bidang ini antara lain: perancangan/pelaksana pembangunan/pemeliharaan prasarana jalan, jembatan, terowongan, gedung, bandar udara, lalu lintas (darat, laut, udara), sistem jaringan kanal, drainase, irigasi, perumahan, gedung, minimalisasi kerugian gempa, perlindungan lingkungan, penyediaan air bersih, konsep finansial dari proyek, manajemen projek dsb. Semua aspek kehidupan tercangkup dalam muatan ilmu teknik sipil.

Perbedaan dari arsitek: terletak pada posisi ahli teknik sipil dalam sebuah proyek. Arsitek menyumbangkan rancangan, ide, kemungkinan pelaksanaan pembangunan di atas kertas. Hasil rancangan tersebut diserahkan selanjutnya kepada staf ahli bidang teknik sipil untuk pelaksanaan pembangunan. Tahapan ini, ahli teknik sipil melakukan perbaikan/saran dari pelaksanaan perencanaan, koordinasi dalam proyek, mengamati jalannya proyek agar sesuai dengan perencanaan. Selain itu, ahli teknik sipil juga membangun konsep finansial dan manajemen proyek atas hal-hal yang mempengaruhi jalannya proyek.
Ahli teknik sipil tidak hanya berurusan dengan pembangunan sebuah proyek bangunan, tetapi di bidang lain seperti yang berkaitan dengan informatika, memungkinkan untuk memodelisasi sebuah bentuk dengan bantuan program CAD, pemodelan kerusakan akibat gempa, banjir. Hal ini sangat penting di negara maju sebagai tolak ukur kelayakan pembangunan sebuah bangunan vital yang mempunyai resiko dapat menelan korban banyak manusia seperti reaktor nuklir atau bendungan, jika terjadi kegagalan perencanaan teknis. Rancangan bangunan tersebut biasanya dimodelkan dalam komputer dengan diberikan faktor-faktor ancaman bangunan tersebut seperti gempa dan keruntuhan struktur material. Peran ahli teknik sipil juga masih berlaku walaupun fase pembangunan sebuah gedung telah selesai, seperti terletak pada pemeliharaan fasilitas gedung tersebut.

Plaza Indonesia Ext

Plaza Indonesia Ext
Proyek pembangunan central jakarta